Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

STUDI AGAMA-AGAMA

JEJAK ARTIKEL  STUDI AGAMA-AGAMA TANYA JAWAB ONLINE GERBANG JAPPY PELLOKILA HAPPY NEW YEAR


 

 

 

 

 

 

STUDI ISLAM BERSAMA

Prof. Dr. Olaf Schumann

Prof Olaf, Lahir 1938. Studi Teologi dan Islamologi di Kiel, Tübingen, Basel dan Kairo. 1966-68 Guru Bahasa Jerman untuk DAAD di Universitas Assiut (Mesir); 1970-1981 Balitbang PGI, Jakarta. 1981-2005 Profesor di Universitas Hamburg. 1989-1992 Dosen STT Jakarta. Dosen tamu di berbagai Universitas dan STT di Indonesia dan di Sabah Theological Seminary di Kota Kinabalu, Malaysia

 

My Address


MERENUNGKAN ULANG HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA

Oleh Jappy Pellokila

Era refomasi -yang di tandai dengan runtuhnya rezim Soeharto- diharapkan membawa perubahan dalam hidup dan kehidupan bangsa Indonesia. Akan tetapi perubahan tersebut, masih jauh dari harapan. Rakyat dan bangsa Indonesia masih merangkak dengan pelan menuju perubahan.

 

Salah satu dampak reformasi adalah adanya kebebasan dalam mengeluarkan pendapat, dan mengeluarkan unek-unek dan keingi-nan hati, yang kadang kala menyakitkan pihak lain. Kebebasan yang ada –pada alam reformasi ini- ternyata menjadi kebebasan yang tanpa batas, dan cenderung anomali, tidak mengenal aturan dan hukum, bahkan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, dan sekaligus membuat orang lain terluka dan teriris. DETAIL

 

SINISME TERHADAP AGAMA
Oleh Jappy Pellokila
 
Sinisme, berasal dari kata sinis [mengejek dan memandang rendah], merupakan pandangan atau pernyataan sikap [pemikiran, kata, dan tindakan] yang mengejek dan memandang rendah atau enteng terhadap sesuatu. Sinisme juga merupakan ketidakseimbangan pandangan; dalam arti hanya melihat sisi negatifnya saja, dan membuang hal-hal postif. Jadi, pandangan sinis terhadap agama, menunjukkan suatu konsep pikir, melalui ketidakseimbangan pandangan, yang merendahkan nilai-nilai keilahian yang ada pada agama dan keberagamaan. DETAIL
 
FAEDAH AGAMA
Oleh Jappy Pellokila
 
Walaupun adanya sinisme terhadap agama, kemudian diikuti dengan anti agama dan TUHAN, namun masih ada [banyak] manusia beragama. Suatu realitas sepanjang sejarah hidup dan kehidupan manusia masa lalu, kini, dan akan datang; bahwa berbagai ideologi, aliran filsafat, ajaran-ajaran, dan lain sebagainya, muncul dan hilang, akan tetapi agama tetap ada; agama tidak pernah mati dan lenyap. Dalam arti, bentuk-bentuk penyembahan manusia kepada Ilahi tetap ada dan terus menerus mengalami perkembangan. Organisasi keagamaan bisa bubar; umat beragama bisa habis, namun agama, walaupun tidak abadi, tetap ada. Karena agama tetap atau tidak pernah lenyap, maka ajaran tentang TUHAN yang diajarkan dalam dan oleh Agama-agama pun tetap ada. Seandainya tidak ada agama, namun TUHAN tetap dan terus menerus ada, karena Ia tidak tergantung pada ada atau tidaknya agama. DETAIL