Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

ARTIKEL OLEH JAPPY PELLOKILA

JEJAK ARTIKEL  STUDI AGAMA-AGAMA TANYA JAWAB ONLINE GERBANG JAPPY PELLOKILA HAPPY NEW YEAR




PERAN AGAMA [UMAT BERAGAMA] PADA BIDANG POLITIK

Oleh Jappy Pellokila
              
            Politik [Indonesia], politic, [Inggris] adalah padanan politeia atau warga kota [Yunani, polis atau kota, negara, negara kota]; dan civitas [Latin] artinya kota atau negara; siyasah [Arab] artinya seni atau ilmu mengendalikan manusia, perorangan dan kelompok. Secara sederhana, politik berarti seni pemerintah memerintah; ilmu memerintah; cara pengusaha menguasai. Makna politiknya semakin dikembangkan sesuai perkembangan peradaban dan meluasnya wawasan berpikir. Politik tidak lagi terbatas pada seni memerintah agar terciptanya keteratuaran dan ketertiban dalam masyarakat polis; melainkan lebih dari itu.

Dengan demikian, politik adalah kegiatan [rencana, tindakan, kata-kata, perilaku, strategi] yang dilakukan oleh politisi untuk mempengaruhi, memerintah, dan menguasai orang lain ataupun kelompok, sehingga pada diri mereka [yang dikuasai] muncul atau terjadi ikatan, ketaatan dan loyalitas [walaupun, yang sering terjadi adalah ikatan semu; ketaatan semu; dan loyalitas semu]. Dengan itu, dalam politik ada hubungan antar manusia yang memunculkan menguasai dan dikuasai; mempengaruhi dan dipengaruhi karena kesamaan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai. Ada berbagai tujuan dan kepentingan pada dunia politik, dan sekaligus mempengaruhi perilaku politikus.


DETAIL

 


HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA Oleh Jappy Pellokia

     Salah satu dampak reformasi adalah adanya kebebasan dalam mengeluarkan pendapat, dan mengeluarkan unek-unek dan keingi-nan hati, yang kadang kala menyakitkan pihak lain. Kebebasan yang ada –pada alam reformasi ini- ternyata menjadi kebebasan yang tanpa batas, dan cenderung anomali, tidak mengenal aturan dan hukum, bahkan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, dan sekaligus membuat orang lain terluka dan teriris.
       Hal itu nampak dari segolongan masyarakat –tanpa peduli dengan perasaan umat beragama- dengan lantang menawarkan –dan terus menerus berteriak melalui media massa- bahwa jika negara Indonesia diatur sesuai dengan salah satu ajaran agama, maka seluruh rakyat akan mencapai damai sejahtera, kemajuan, demokrasi, perbaikan, perubahan, serta adil dan makmur, dan lain-lain. Teriakan-teriakan seperti ini sah-sah saja, tetapi harus disampaikan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan gejolak dalam masyarakat.
         Keadaan ini, secara sadar maupun tidak, membangun opini masyarakat, bahwa isi tawaran dan teriakan itu memang benar. Lalu bagaimana peranan agama yang dianutnya, apakah bisa juga membawa umat mencapai hal yang sama dengan teriakan tadi?
         Agaknya, kita, umat beragama, perlu merenung ulang konsep hubungan Agama dan Negara atau Negara dan Agama. Oleh sebab itu, sebagai warga negara, perlu memperhatikan dengan sungguh-sungguh hubungan antara Agama dan Negara atau Negara dan Agama. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh warga gereja sebagai umat beragama dan warga negara dalam menyikapi konsep hubungan Agama dan Negara, yaitu: DETAIL
 

 

FUNGSI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI INDONESIA

Oleh Jappy Pellokila

Alkitab mengungkapkan bahwa Tuhan Allah menciptakan segala sesuatu dengan bersabda. Ia menciptakan dari tidak ada menjadi ada, atau secara Cretio Ex-nihilo. Sedangkan manusia diciptakan Tuhan Allah dengan Tangan-Nya, kemudian Ia menghembuskan nafas hidup kepadanya. Kejadian 1:1-2:7; 2 :18-25, menunjukkan Tuhan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Manusia diciptakan dengan perbedaan gender dengan maksud, berbeda dari makhluk-makhluk lain; sebagai pribadi yang mempunyai hubungan dengan-Nya; sebagai mitra kerja Allah dalam menatalayani dunia; memiliki kebebasan dan tanggung jawab penuh terhadap pengelolaan hidupnya kepada Tuhan Allah.DETAIL

 


GURU PAK SEBAGAI KONSELOR Oleh Jappy Pellokila

Secara umum pendidikan berarti suatu proses transformasi yang dilakukan seseorang atau masyarakat ke generasi berikutnya, serta dilaksanakan secara sengaja, teratur, terstruktur dan dapat diukur atau diketahui hasilnya. Generasi berikut mendapat pendidikan secara formal dan informal, sehingga mereka bertumbuh secara intelektual, pengalaman keagamaan, serta memiliki sikap hidup yang baik.1 Pendidikan merupakan usaha untuk memperlengkapi dan membimbing individu maupun kelompok, agar menjalankan tugas dan panggilan hidupnya secara efektif. Pendidikan bertugas untuk membangun kualitas manusia seutuhnya, serta segi-segi kehidupan fisik, intelek, moral, spiritual, dan sosio-kultural individu dan kelompok2. Agaknya pola itu dianut oleh hampir semua bangsa di dunia. Misalnya, bangsa Israel mendidik anak-anaknya agar perrcaya dan setia kepada TUHAN Allah, memahami Hukum Taurat, kekhususan umat pilihan, dan lain-lain, band. Ulangan pasal 6. DETAIL

 


PERAWAT, KEPERAWATAN, DAN PENGOBATAN MEDIS

Oleh JAPPY PELLOKILA

SEBAB-SEBAB DAN JENIS-JENIS PENYAKIT

Alkitab menunjukkan istilah yang berbeda untuk penyakit, yaitu:

Perjanjian Lama (Ibrani),

  • khala, kholi dan makha-a, artinya dalam keadaan sakit akibat dari ketidakseimbangan tubuh sehingga mendapat infeksi -pasteurella pestis- atau tertular

  • madweh, Ul 7:15, 28:61, dan davar, Maz 41:8, artinya masalah, yaitu masalah buruk

  • itstsavon artinya kesakitan, Kej 3:16-17, hukuman, Kej 4:13

Perjanjian Baru (Yunani)

  • astheneia, berasal dari kata a = tidak/negatif; sthenos = kuat, artinya tidak kuat, lemah secara badani, orang yang dalam kondisi lemah, sakit. Kata kerjanya, astheno atau kakos ekhein
  • kamno dan arrhostos, Yak 5:15, Mark 6:13, artinya tidak tegap
  • malakia artinya nasib buruk
  • nosema dan nosos artinya penyakit DETAIL

 

DASA TITAH Oleh Jappy Pellokia

Dua fungsi Hukum Taurat, yaitu[1]:

  1. Untuk mereka yang belum mengenal Anugerah Tuhan Allah dalam Yesus Kristus, Hukum Taurat mendakwa manusia sebagai orang berdosa. Hukum Taurat merupakan penuntun bagi manusia sampai menjadi percaya kepada Yesus Kristus, Gal 3:23-26. Belajar Hukum Taurat, manusia melihat dosa yang ada padanya dan sadar bahwa ia tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan diri dari dosa dan hukuman
  2. Untuk mereka yang sudah mengenal keselamatan dalam Yesus Kristus, hasil refleksi Hukum Taurat menjadi amanat hidup baru. Orang percaya sudah dapat mentaati Hukum Taurat dengan iman, Rom 1:5, 16, 26, karena hukum itu telah di taruh dalam batin manusia, dan dituliskan dalam hati, Yer 31:33.  DETAIL

 


MURID-MURID YESUS

Oleh Jappy Pellokila

Kata murid dalam Alkitab -Lembaga Alkitab Indonesia- diterjemahkan dari, kata Limmud, bhs Ibrani; dan kata Mathetes, Matheteuo, -bhs Yunani- artinya menjadi murid, menjadikan orang lain menjadi murid, Mat 27:57, 28:19; Discipulus, bhs Latin, yang artinya murid atau pelajar, mereka yang mau belajar dengan Penuh disiplin.

PL menunjukkan ciri umum hubungan hubungan guru-murid pada masa lalu atau antara orang yang mengajar dan yang diajar, misalnya, dalam 1 Taw 25:8; Yes 8:16, 50:4, 54:13. Hal yang sama juga dilakukan oleh para filsuf Yunani dan rabi Yahudi, mereka mengumpulkan sejumlah murid -yang selalu bersama atau berada di sekitarnya- untuk mendengar ajaran-ajaran. Dalam keadaan tertentu salah satu atau beberapa orang di antara para murid dibimbing secara khusus -dikader- sebagai ahli warisnya.

Perjanjian Baru, juga menunjukkan bahwa tradisi hubungan guru-murid -seperti pada masa PL- masih tetap berlangsung. Pada masa PB, murid berarti seseorang yang menerima ajaran dari orang lain. DETAIL