Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

GERBANG JAPPY PELLOKILA NETWORK

RUANG TANYA JAWAB GERBANG JAPPY P0ELLOKILA NETWOR

 
 
CHEK EMAIL
KHASIAT OXY

BELI OXY DENGAN HARGA MEMBER
KESAKSIAN PENGGUNA OXY
KOMISI GRATIS

 MEDIA PEREMPUAN

MEDIA HIDUP SEHAT OXY

INDONESIA MONITOR

JAPPY SOFTWARE

[SILAHKAN DOWNLOAD GRATIS]

IEARN FORUM

VICKY WIBISONO

TRI PRASETYO MARTHIN

JAPPY COM

KONTAK JODOH - KUMPULAN COWOK-CEWEK SINGLE

MILIS

PENDIDIKAN AGAMA

BEA SISWA

BOLELEBO

FLOBAMOR

 EBOOK

KATA-KATA BIJAK

HATI-HATI

AGROMANIA

OTOMOTIF

RELASI

FORUM PEMBACA KOMPAS

FORUM PENDIDIKAN

WEB LINK'S

CHRISTIAN ART AND IMAGES

STUDI AGAMA KRISTEN

STUDI AGAMA ISLAM

KERETA API INDONESIA

 

MENGERJAKAN SEMUA JENIS PEKERJAAN KONTRUKSI

[TERMASUK KONTRAKTOR, PEMBORONG, PENGADAAN MATERIAL UNTUK PEMBANGUNAN PERUMAHAN, JEMBATAN, DERMAGA, GEDUNG, JALAN, DLL]

di  NTT

 

 

K A S I H

OLEH

JAPPY PELLOKILA

KASIH
Kata-kata kasih, cinta, sayang; dan sejenisnya, sudah tidak asing lagi di telinga; sering diucapkan dan mudah diungkapkan. Karena terlalu sering diucapkan dan mudah diungkapakan itulah, maka kata-kata tersebut menjadi [atau hampir] kehilangan arti, padahal ada keagungan makna dan nilai di baliknya. Pada budaya Yunani, memakai kata-kata AGAPE, EROS, PHILIA, STORGE; untuk mengungkapkan KASIH, CINTA, SAYANG.
 
AGAPE, merupakan kasih yang sejati. Di dalamnya terkandung, sabar; murah hati; tidak cemburu; tidak sombong; melakukan hal-hal yang sopan; tidak dendam; kejujuran, perhatian, mengerti, pahami dan memahami orang lain; kesetiaan; percaya; komitmen pada ucapan dan janji. Dalam hidup dan kehidupan sosial [pada masa lalu],
AGAPE difungsikan sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. AGAPE, seringkali disebut kasih yang agung [the Greatst Love], karena mampu meniadakan segala bentuk perbedaan yang dibangun manusia, permusuhan, pertantangan, pertengkaran, salah pengertian.
AGAPE, selalu membawa atau berdampak pada perdamaian, damai sejahtera, dan ketenangan. [pada saat ini, mungkinkah pada hidup dan kehidupan kekinian kita, mampukah memberlakukan AGAPE sesuai fungsinya?]
STORGE, juga bermakna cinta, kasih, sayang. Namun, digunakan dalam hubungan kekerabatan keluarga, marga, ikatan darah. STORGE digunakan atau difungsikan dalam kerangka ikatan keluarga besar [extendend family].
 
PHILIA, juga bermakna kasih, cinta sayang.PHILIA, biasanya difungsikan atau digunakan dalam hubungan sosial dan persahabatan sehari-hari; diucapkan antar sesama sahabat atau teman karib. Tapi, di dalamnya juga terkandung saling memperhatikan, keterbukaan, perhatian dan setia kawan; toleransi serta solidaritas.
EROS, juga bermakna cinta. EROS, biasanya difungsikan dalam hubungan dengan ketertarikan karena daya tarik fisik kepada lawan jenis [tapi perlu diingat bahwa, ada juga orang memberlakukan EROS untuk sesama jenis]. Karena EROS merupakan kasih karena daya tarik fisik, maka seringkali menjadi kata-kata yang tak bermakna, mudah diucapkan tapi tak konsekuen dengan ucapan. Bahkan, pada sebagian orang [terutama mereka yang dimabuk asmara],

EROS seringkali disalahmengerti sebagai AGAPE. Seringkali kata cinta [EROS] yang keluar dari mulut ‘pacar’, dimengerti sebagai AGAPE. Akibatnya, banyak hal yang hancur berantakan karena kesalahan itu.
EROS juga penting dan sangat diperlukan; tanpa EROS maka manusia tak pernah bertambah banyak. Namun, EROS harus diberlakukan dengan penuh tanggung jawab.

Jappy M Pellokila
jappy_mp@hotmail.com
+62818121642

 
ALASAN-ALASAN MANUSIA BERAGAMA
Oleh Jappy Pellokila
 
    Lalu mengapa manusia beragama? Jawaban sederhananya adalah karena manusia mempunyai naluri religius untuk menyembah sesuatu di luar dirinya. Namun, jika ditelaah lebih mendalam, maka alasan-alasan manusia beragama ternyata tidak sederhana. Ada banyak faktor yang menjadikan manusia beragama; sekaligus mengembangkan pola-pola keberagamaannya. Pada umumnya, manusia beragama, di dalamnya ada upaya sungguh-sungguh untuk menyembah dan percaya kepada Ilahi, karena pelbagai alasan. Misalnya,
  1. Keterbatasan dan ketidakmampuan psikologis. Manusia mempunyai pelbagai cara untuk mengembangkan hidup dan kehidupannya sehingga, secara fisik, dapat bertahan serta tidak musnah. Namun, dibalik itu, pada dirinya masih tersimpan banyak kekurangan serta ketidakmampuan dan keterbatasan. Karena itu, manusia ingin memperoleh kekuatan baru dari TUHAN, yang diajarkan oleh agama-agama. Jadi, manusia beragama agar TUHAN memberi kekuatan serta kemampuan untuk menjalani hidup dan kehidupan
  2. Ketidakmampuan menghadapi pelbagai rintangan hidup dan kehidupan setiap hari. Biasanya sikon seperti itu membuat manusia menjadikan agama sebagai tempat pelarian terakhir. Hal itu terjadi dengan harapan bahwa TUHAN yang diajarkan dalam agama-agama mampu memberikan kemampuan kepadanya agar bisa menghadapi rintangan hidup dan kehidupannya.
  3. Keinginan yang tidak tercapai serta ketidakpastian karena adanya perubahan sikon hidup dan kehidupan. Merasa tidak mempunyai kepastian masa depan karena tak mampu mengikuti perubahan, sehingga mengalami stagnasi berpikir, kemudian melarikan diri kepada hal-hal rohaniah.
  4. Kompleksitas permasalahan yang dihadapi, misalnya keterbelakangan; kebodohan; kemiskinan; penderitaan; dan lain-lain.
  5. Di samping semua hal tersebut, ada orang yang menjadi pemeluk atau umat salah satu agama dengan alasan-alasan khas, misalnya
  •  memperoleh kepastian keselamatan; dengan menjalankan ajaran-ajaran agama, seseorang [menjadi penganut agama] agar memperoleh kepastian masa depan hidup kekal setelah kematian 

  • mengingatkan diri sendiri bahwa ada TUHAN yang menciptakan serta mengatur segala sesuatu termasuk hidup dan kehidupan; sehingga dirinya menyembah-Nya dengan benar serta mengikuti semua kehendak-Nya

  • ajaran-ajaran agama sebagai pagar pembatas agar tidak jatuh serta terjerumus ke dalam cara-cara hidup yang buruk serta negatif; menjadikan diri sendiri sadar sekaligus takut untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum-hukum masyarakat

  • memberi pengaruh positif pada hidup dan kehidupan secara pribadi dan anggota masyarakat; serta ikut ambil bagian dalam pembangunan serta perbaikan masyarakat melalui berbagai bidang hidup dan kehidupan

  • ajaran agama menjadikan manusia mempunyai sikap moral dan etika yang baik, sehingga mampu membangun relasi antar sesama dengan penuh tanggungjawab, mendorong seseorang untuk berbuat kebajikan, membantu, menolong, memperhatikan sesama manusia berdasarkan kasih

  • memberi dorongan kepada dirinya sehingga berani berjuang menegakkan keadilan, kebenaran, demokrasi, toleransi, kerukunan, serta hak asasi manusia, termasuk memelihara serta menata lingkungan hidup

        Jadi, ketika seseorang mengikatkan diri pada agama tertentu atau menjadi umat beragama, tersirat dari dalam dirnya, bahwa ia harus mendapat keuntungan dari tindakannya itu. Ini berarti, agama harus membawa perbaikan dan perubahan total pada manusia. Agama berperan untuk perubahan manusia; sebaliknya manusia pun dapat berubah karena adanya agama. Oleh sebab itu, ada beberapa peran yang bisa dilakukan agama [bukan berarti agama adalah pribadi yang bisa melakukan sesuatu; melainkan peran institusi agama atau umat beragama, terutama mereka yang berperan sebagai pemimpin-pemimpin keagamaan]

 

Lahir di Kupang - Timor, Nusa Tenggara Timur. Sejak 1983, menjalani profesi sebagai pendidik dan pembimbing [guru dan dosen] agama, etika profesi, serta pengembangan kepribadian, di Cirebon, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Batam, Jakarta; pernah bertugas utntuk memasyarakatkan Suku Terasing di Kep Riau. Sekarang menikmati hidup dan kehidupan sebagai rakyat biasa di pelosok Jabodetabek

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
KECERDASAN MANUSIA
Oleh Jappy M Pellokila
 
TUHAN Allah menciptakan manusia sebagai Imago Dei. Ia melengkapi mereka dengan seluruh kebutuhan hidup dan kehidupan; Ia memberi mandat untuk menata ciptaan; Ia menempatkan mereka dalam lingkungan hidup dan kehidupan yang baik serta teratur; manusia juga diciptakan dengan hak-hak asali yang disebut hak asasi manusia
         Pada masa lalu, para filosof Yunani mengungkapkan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk yang paling cerdas. Namun kecerdasan itu harus dilatih agar bisa tampil keluar, serta dilihat oleh orang lain. Seseorang yang cerdas, maka ia bisa menjadi manusia seutuhnya, jika menguasai ilmu [filsafat], seni, dan olahraga; ketiga hal itu sudah ada dalam diri manusia. Di samping itu, menurut Aristoteles, manusia [yang sehat menguasai ilmu, seni, olahraga] seharusnya juga mempunyai ethos, logos, dan pathos. Artinya, ia memperlihatkan kualitas dan kapasitas yang menyangkut,
  • ethos, merupakan karakter moral yang baik dan diterima oleh siapapun, ia mampu melakukan pendekatan dengan melalui cara-cara atau perilaku hidupnya yang baik dan bermartabat
  • pathos, kemampuan membuka jalan untuk orang lain; mampu menyentuh perasaan dan emosi seseorang melalui teladan hidup dan kehidupan
  • logos, kemampuan mengukapkan kata-kata yang mampu meyakinkan orang lain, sehingga mereka mendapat pengetahuan baru ataupun berkembang secara intelektual dan kecerdasannya               DETAIL

 
|DAFTAR DAN SUPORTING||KOMISI GRATIS|
|BISNIS DENGAN MODAL Rp 15.OOO.-|